KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan
kekuatan untuk menyusun dan menyelesaikan Makalah yang kami buat.
Makalah ini dirancang sedemikian rupa yang kami lengkapi dengan,isi dan
contoh pentingnya sikap ulet dan pantang menyerah.
Pada kesempatan ini penyusun menghanturkan terima kasih yang sedalam
dalam nya kepada guru yang telah turut serta memberikan saran saran maupun
kritik yang sangat bermanfaat dalam penyusunan Makalah ini.
Akhir kata, penyusun berharap Makalah ini biar memberikan manfaat bagi
kita semua.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………….……………..i
KATA PENGANTAR..…………….……………………….......……ii
DAFTAR ISI…………………………………….………………….…iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang……………………………...………….1
BAB II ISI MAKALAH
2.1 Pengertian pantang menyerah……………...………….2
2.2 Contoh sikap ulet dan pantang menyerah..……….…..3
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan……………………………………………..9
3.2 Saran……………………………………………………9
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam
berwirausaha sikap ulet tentu sangat diperlukan untuk mengembangkan usaha yang
kita jalankan dan dalam berwirausaha juga sering kali kita mengalami sebuah
kegagalan, entah dalam hal pengembangan usah maupun cara atau prinsip usaha yang
kita gunakan, maka dari itu selain sikap ulet seorang wirausaha juag harus
memiliki sikap pantang menyerah.
2.1
Pengertian Pantang Menyerah
Bagi seorang wirausaha, sikap pantang menyerah dan ulet adalah sikap yang tidak mudah patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan, selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan, menganggap rintangan/hambatan selalu ada dalam setiap kegiatan yang harus dihadapi.
Mereka yang menyerah sebelum mencapai tujuan, mereka adalah orang-orang yang gagal dan tak akan pernah sukses.
Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dan pantang menyerah di dalam berwirausaha, setidaknya harus memiliki 6 kekuatan yang dapat membangun kepribadian, yaitu :
Bagi seorang wirausaha, sikap pantang menyerah dan ulet adalah sikap yang tidak mudah patah semangat dalam menghadapi berbagai rintangan, selalu bekerja keras untuk mewujudkan tujuan, menganggap rintangan/hambatan selalu ada dalam setiap kegiatan yang harus dihadapi.
Mereka yang menyerah sebelum mencapai tujuan, mereka adalah orang-orang yang gagal dan tak akan pernah sukses.
Wirausahawan yang memiliki komitmen tinggi dan pantang menyerah di dalam berwirausaha, setidaknya harus memiliki 6 kekuatan yang dapat membangun kepribadian, yaitu :
1.
keyakinan yang kuat untuk maju
2.
kemauan yang keras untuk maju
3.
pemikiran yang konstruktif dan kreatif
4.
kesabaran dan ketabahan
5.
ketahanan fisik dan mental
6.
kejujuran dan tanggung jawab
2. Pengertian ulet
Seseorang dikatakan memiliki sikap ulet, jika memiliki kepribadian tangguh, kuat, tidak mudah putus asa, memiliki cita-cita tinggi. Selain itu, seorang yang dikatakan ulet adalah mereka yang mencurahkan tenaga, pikiran, waktu serta harta untuk tercapainya keberhasilan
Seseorang dikatakan memiliki sikap ulet, jika memiliki kepribadian tangguh, kuat, tidak mudah putus asa, memiliki cita-cita tinggi. Selain itu, seorang yang dikatakan ulet adalah mereka yang mencurahkan tenaga, pikiran, waktu serta harta untuk tercapainya keberhasilan
Ø Manfaat
sikap pantang menyerah dan ulet:
1. memberi semangat dalam berusaha
2. meningkatkan daya usaha
3. menunjang keberhasilan usaha
4. mengeliminasi keputusasaan
1. memberi semangat dalam berusaha
2. meningkatkan daya usaha
3. menunjang keberhasilan usaha
4. mengeliminasi keputusasaan
1. Faktor-faktor
yang mempengaruhi keuletan:
1.Pembawaan (hereditas): manusia lahir memiliki sifat-sifat bawaan dari orang tuanya
2. Pendidikan dan pelatihan: dengan adanya pendidikan dan latihan maka bawaan lahir akan berkembang lebih baik
3. Lingkungan: manusia cenderung akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya.
1.Pembawaan (hereditas): manusia lahir memiliki sifat-sifat bawaan dari orang tuanya
2. Pendidikan dan pelatihan: dengan adanya pendidikan dan latihan maka bawaan lahir akan berkembang lebih baik
3. Lingkungan: manusia cenderung akan menyesuaikan diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya.
Ø Membina
sikap ulet:
1. menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
2. menjaga dan meningkatkan semangat dalam bekerja
3. selalu optimis dalam menjalankan usaha
4. menyenangi pekerjaannya
5. berani menghadapi tantangan
1. menjaga dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani
2. menjaga dan meningkatkan semangat dalam bekerja
3. selalu optimis dalam menjalankan usaha
4. menyenangi pekerjaannya
5. berani menghadapi tantangan
Ø Karakteristik
sikap pantang menyerah dan ulet:
1. kerja keras, ulet dan disiplin
2. mandiri dan realistis
3. prestatif dan komitmen tinggi
4. berfikir positif dan bertanggung jawab
5. memperhitungkan resiko usaha
1. kerja keras, ulet dan disiplin
2. mandiri dan realistis
3. prestatif dan komitmen tinggi
4. berfikir positif dan bertanggung jawab
5. memperhitungkan resiko usaha
Ø Kepemimpinan
dalam kerja pantang menyerah dan ulet
Efektifitas kepemimpinan dalam penerapan kerja pantang menyerah dan ulet akan membawa keberhasilan berwirausaha, diataranya:
1. mempunyai komitmen tinggi dalam bekerja
2. mempunyai etos kerja yang tinggi
3. menyangkut distribusi kekuasaan dalam bekerja
4. melibatkan orang lain dalm bekerja
5. menyangkut penanaman pengaruh dalam mengarahkan karyawan
Efektifitas kepemimpinan dalam penerapan kerja pantang menyerah dan ulet akan membawa keberhasilan berwirausaha, diataranya:
1. mempunyai komitmen tinggi dalam bekerja
2. mempunyai etos kerja yang tinggi
3. menyangkut distribusi kekuasaan dalam bekerja
4. melibatkan orang lain dalm bekerja
5. menyangkut penanaman pengaruh dalam mengarahkan karyawan
- “Kesimpulan: kita tidak boleh berpangku tangan dan mengaharapkan reski hanya dengan berdoa saja tanpa bekerja dan berusaha”
Wujud Sikap Pantang Menyerah Dan Ulet
1. Melakukan usaha dengan semangat
Semangat bekerja: salah satu sifat kejiwaan yang sangat erat hubungannya dengan faktor kepuasan kerja, kegairahan kerja, dan keinginan mempertinggi hasil kerja.
1. Melakukan usaha dengan semangat
Semangat bekerja: salah satu sifat kejiwaan yang sangat erat hubungannya dengan faktor kepuasan kerja, kegairahan kerja, dan keinginan mempertinggi hasil kerja.
·
kepuasan
kerja: orang yang menyukai pekerjaannya akan mendapatkan kepuasan tersendiri,
sebaliknya pekerjaan yang kurang disenangi akan mengurangi rasa kepuasan
·
kegairahan
kerja: ketika harapan dan hasil yang ditargetkan tercapai akan meningkatkan
kegairahan dalam bekerja.
·
Mempertinggi
hasil kerja: ketika target yang telah ditetapkan tercapai, akan semangat untuk
meningkatkan hasil kerjanya untuk selanjutnya.
Ø Manfaat semangat dalam bekerja:
1. memperoleh kepuasan dalam bekerja
2. menimbulkan kegairahan dalam bekerja
3. membangunkan tenaga
4. meningkatkan efisiensi waktu kerja dan biaya
5. menimbulkan keinginan mempertinggi hasil kerja.
1. memperoleh kepuasan dalam bekerja
2. menimbulkan kegairahan dalam bekerja
3. membangunkan tenaga
4. meningkatkan efisiensi waktu kerja dan biaya
5. menimbulkan keinginan mempertinggi hasil kerja.
- “ Kesimpulan: jadi kemauan yang keras akan memberikan semangat dalam berusaha dan tidak pernah merasa putus asa terhadap segala rintangan yang dihadapi”
CONTOH SEORANG WIRAUSAHA YANG
BERHASIL KARENA SIKAP ULET DAN PANTANG MENYERAH
Biografi Dahlan Iskan, Dari Desa Menaklukkan Kota
Biografi Dahlan Iskan, Dari Desa Menaklukkan Kota
Salah satu tokoh lokal yang selalu menginspirasi dan membuat semangat kerja saya selalu berkobar adalah Pak Dahlan Iskan, yang lebih terkenal sebagai pemimpin Jawa Pos yang kondang itu. Tulisan beliau bahkan kisah hidup beliau mengandung banyak nilai luhur yang sangat diperlukan oleh semua orang saat ini. Berikut ini tentang profil biografi Dahlan Iskan:
Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru. Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
Tentang Tanggal Lahir Dahlan Iskan
Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), dalam bukunya Ganti Hati ada cerita menarik tentang tanggal kelahiranya, Dahlan Iskan menuturkan bahwa tanggal tersebut dikarang sendiri oleh pak Dahlan karena pada waktu itu tidak ada catatan kapan dilahirkan dan orang tuanya juga tidak ingat tanggal kelahirannya. Dan kenapa pak Dahlan memilih tanggal 17 Agustus, karena bertepatan dengan tanggal kemerdekaan Indonesia dan supaya mudah diingat.
Dahlan kecil dibesarkan dilingkungan pedesaan dangan serba kekurangan, akan tetapi sangat kental akan suasana religiusnya. Ada cerita menarik yang saya baca pada buku beliau Ganti Hati yang menggambarkan betapa serba kekurangannya beliau ketika waktu kecil. Disitu diceritakan Dahlan kecil hanya memiliki satu celana pendek dan satu baju, tapi masih memiliki satu sarung!. Dan dengan joke-joke pak Dahlan yang segar beliau menceritakan kehebatan dari sarung yang dimiliki. Disini beliau menceritakan bahwa sarung bisa jadi apa saja. Mulai jadi alat ibadah, mencari rezeki, alat hiburan, fashion, kesehatan sampai menjadi alat untuk menakut-nakuti.
Kalau Dahlan kecil lagi mencuci baju, sarung bisa dikemulkan pada badan atasnya. Kalau lagi mencuci celana, sarung bisa dijadikan bawahan. Kalau lagi cari sisa-sisa panen kedelai sawah orang kaya, sarung itu bisa dijadikan karung. Kalau perut lagi lapar dan dirumah tidak ada makanan, sarung bisa diikatkan erat-erat dipinggang jadilah dia pengganjal perut yang andal. Kalau mau sholat jadilah dia benda yang penting unutk menghadap Tuhan. Kalau lagi kedinginan, jadilah dia selimut. Kalau sarung itu sobek masih bisa dijahit.
Kalau ditempat jahitan itu robek lagi, masih bisa ditambal. Kalau tambalanya pun robek, sarung itu belum tentu akan pensiun. Masih bisa dirobek-robek lagi, bagian yang besar bisa digunakan sebagai sarung bantal dan bagian yang kecil bisa dijadikan popok bayi. Ada pelajaran yang bisa kita petik dari cerita beliau, bahwa apapun kondisi kita, baik kurang, cukup atau lebih kita harus tetap bersyukur, sabar dan harus menikmati semuanya dengan apa adanya
Dahlan Iskan Bersama Jawa POS
Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949 dengan nama Djawa Post. Saat itu The Chung Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya. Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop di surat kabar, lama-lama ia tertarik untuk membuat surat kabar sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin dan Belanda. Bisnis The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982, oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja.
Koran-korannya yang lain sudah lebih dulu pensiun. Ketika usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya, sementara tiga orang anaknya lebih memilih tinggal di London, Inggris.
Pada tahun 1982, Eric FH Samola, waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun 2000.
Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.

ConversionConversion EmoticonEmoticon